Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Heterogenitas Kehidupan Masyarakat Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

20

Lizza Aviva
lizzaavivah93@gmail.com
Guru MAN 1 LAMONGAN
Jln Veteran No. 43 Lamongan
diterima : 12 November 2020
direvisi : 1 Desember 2020
disetujui : 10 Desember 2020

Abstraksi

Masyarakat Indonesia yang besar ini penduduknya terdiri dari berbagai profesi; seperti pegawai negeri, tentara, pedagang, pegawai swasta, dan sebagainya. Setiap pekerjaan memerlukan tuntutan profesionalisme agar dapat dikatakan berhasil. Untuk itu, diperlukan penguasaan ilmu dan melatih ketrampilan yang berkaitan dengan setiap pekerjaan tersebut. Setiap pekerjaan juga memiliki fungsi di masyarakat, karena merupakan bagian dari struktur masyarakat itu sendiri. Hubungan antar profesi atau orang yang memiliki profesi yang berbeda, hendaknya merupakan hubungan horizontal dan hubungan saling menghargai. biarpun berbeda fungsi, tugas, bahkan berbeda penghasilan. Dilihat dari segela keberadaannya, keadaan geografis dan sejarahnya di masa lampau, telah membentuk Indonesia menjadi salah satu negara paling beragam di seluruh dunia. Coba lihat dari segi geografisnya, di mana negara Indonesia ini merupakan suatu negara kepulauan dengan jumlah pulau terbanyak di dunia membuat tingkat keberagaman di Indonesia menjadi amat sangat tinggi. Dengan tingginya angka heterogenitas itu, sering kali memunculkan berbagai bentuk sistem masyarakat yang ada di Indonesia ini, salah satunya yaitu stratifikasi sosial. Stratifikasi sosial dibuat sesuai lapisan hierarki menurut dimensi kekuasaan, privilege, dan prestise, sementara ketiga dimensi itu sendiri terbentuk dengan dipengaruhi oleh perbedaan-perbedaan horizontal seperti perbedaan agama, adat, serta perbedaan kedaerahan.

Referensi

Nas, d. P. J. M. 1979. Kota di Dunia Ketiga: Pengantar Sosiologi Kota. Jilid 1. Jakarta: Bhratara Karya Aksara.
Spreiregen, P. D. (1965). Urban Design: The Architecture of Towns and Cities. New York: McGraw-Hill Book Company.
( 2009 by antariksa )
Bintarto, R, Prof, Drs. 1983. Interaksi Desa-Kota dan Permasalahannya. Ghalia Indonesia; Jakarta

Dahlan.Pengertian Kompetensi. http://dahlanforum.wordpress .com/2008/04/17/ pengertian-kompetensi.

DiunduhDjahiri, A. (1992). Dasar-dasar Metodologi Pengajaran. Bandung: Lab. PPMP IKIP andung

.Ibrahim, M dkk. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: Unesa University Press.

Killen, Roy, 1996, Effective Teaching Strategies, Lesson from Research and Practice, Scial Science Press, New South Wales.

Lie, A. (2002). Cooperative Learning, Mempraktikan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: Grasindo.

Rochiati Wiriaatmadja. 2005. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Slavin, S.E. 1995. Cooperative Learning, second edition. Massachusets: Allyn & Bacon.Suharsimi Arikunto, Suhardjono, dan Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Bumi Aksara.Wikipedia. Sekolah Menengah Keterampilan. http://id.wikipedia.org/wiki/MAN. diunduh Selasa, 13juli 2010 ,pukul 7.30 WIB. 67

Agus Sunaryo, (1995). Peningkatan Produktivitas Bagian Heterogenitas dalam kehidupan masyarakat Melalui Aspek Aplikasi. Semarang: Pusat Pengembangan & Pelatihan Industri Kayu (PPPIK-PIKA).

Agus Sunaryo. ( 1997).Reka Oles Mebel Kayu, Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Derrick, Crump (1993). The Complete Guide to Wood Finishes. Australia: Simon&         Shuster

PDF Page:  773-786

Terbit: Juni 2021

SHARE