Kemampuan Biomotor Kecepatan Dan Daya Tahan Siswa Ekstrakulikuler Atletik

25

FebriyanDwiCahyono dan Moh. SyobilBirri
febriyandwicahyono@gmail.com
shobil01moh@gmail.com
Guru MIN 1 Bojonegorodan MAN 1 Lamongan
Diterima : 20 November 2020
Direvisi : 23 Desember 2020
Disetujui : 25 Desember2020

Abstraksi

Tujuan penelitian ini adalah untuk memantau kemampuan biomotor kecepatan dan daya tahan siswa ekstrakulikuler atletik MIN 1 Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik survey. Sampel dalam penelitian ini adalah sebelas siswa puta dan tujuh siswa putri. Untuk mengetahui kemampuan kecepatan dilakukan tes lari 40 meter sedangkan untuk daya tahan menggunakan tes lari 600 meter. Dari analisis data yang dilakukan terhadap siswa ekstrakulikuler atletik MIN 1 Bojonegoro didapatkan hasil bahwa pada kemampuan biomotor kecepatan lari siswa putra masih dalam kategori kurang, sedangkan kecepatan siswa putri dalam kategori cukup. Kemudian dalam kemampuan daya tahan jantung, didapatkan hasil yang sama yaitu rerata daya tahan siswa putra tergolong dalam kategori kurang, sedangkan siswa putri rerata daya tahan termasuk dalam kategori cukup.

Referensi

Arikunto, Suharsimi. (2006). ProsedurPenelitianSuatuPendekatanPraktik. Jakarta: PT AsdiMahasatya

Brusseau, T. A., Tudor-Locke, C., &Kulinna, P. H. (2013). Are children meeting any of the suggested daily step recommendations?. Biomedical human kinetics, 5, 11-16. doi:10.2478/bhk-2013-0003

Centers for Disease Control and Prevention. (2013). Comprehensive school physical activity programs: A guide for schools. Atlanta, GA: U.S. Department of Health and Human Services. https://www.cdc.gov/healthyschools/professional_development/e-learning/ cspap/_assets/FullCourseContent-CSPAP

Dinkel, D. M., Lee, J. M., & Schaffer, C. (2016). Examining the knowledge and capacity of elementary teachers to implement classroom physical activity breaks. International Electronic Journal of Elementary Education, 9(1), 182-196. from: https://www.iejee.com/ index.php/IEJEE/article/view/151/148

Flegal, K. M., Carroll, M. D., Ogden, C. L., & Curtin, L. R. (2010). Prevalence and trends in obesity among US adults, 1999-2008. JAMA, 303(3), 235-241, doi: 10.1001/jama.2009.2014

Guo, S. S., Wu, W, Chumlea, W. C., & Roche, A. F. (2002). Predicting overweight and obesity in adulthood from body mass index values in childhood and adolescence. The American Journal of Clinical Nutrition. 78(3):653-658. PMID: 12198014

Hanief, Y. N., &Sugito, S. (2015). MembentukGerakDasarPadaSiswaSekolahDasarMelaluiPermainanTradisional. Jurnal SPORTIF : JurnalPenelitianPembelajaran, 1(1), 100–113. https://doi.org/https:// doi.org/10.29407/js_unpgri.v1i1.575

Kann, L., McManus, T., Harris, W. A, Shanklin, S. L., Flint, K. H., Hawkins, J., Queen. B., Lowry, R., Olsen, E. O., Chyen, D., Whittle, L., Thornton, J., Lim, C., Yamakawa, Y., Brener, N., & Zaza, S. (2016). Youth Risk Behavior Surveillance—United States, 2015. MMWR, 65(6), 1–174. doi: 10.15585/mmwr.ss6506a1.

Kohl Ш, H. W., & Cook, H. D. (2013). Educating the student body: taking physical activity and physical education to school. Washington D.C., National Academies Press(US)

Mavrovouniotis, F. (2012). Inactivity in Childhood and Adolescence: A Modern Lifestyle Associated with Adverse Health Consequences. Sport Science Review, 21(3-4), 75-99. doi: 10.2478/v10237-012-0011-9

Sugiyono. (2013). MetodePenelitianPendidikanPendekaanKuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

World Health Organization (2015). World health statistics

Wright, C. M., Parker, L., Lamont, D. & Craft, A. W. (2001). Implications of childhood obesity for adult health: findings from thousand famillies cohort study, British Medical Journal, 323, 1280-8. doi: 10.1136/ bmj.323.7324.1280.yschools/professional_development/e-learning/cspap/_assets/FullCourseContent-CSPAP

PDF Page:  803-809

Terbit: Juni 2021

SHARE