Best-Practices Penggunaan Mithologi Pada Pembelajaran Sejarah Di Man 1 Lamongan

4

Awam Roisa
roisyaha@gmail.com
Guru MAN 1 Lamongan
Jl. Veteran No.43 Lamongan

Naskah :
Diterima : 25 Maret 2022
Direvisi : 6 April 2022
Disetujui : 22 Mei 2022

 

Abstraksi

Pembelajaran sejarah di Indonesia sudah diberikan sejak dari satuan pendidikan tingkat dasar sampai tingkat menengah atas. Meskipun demikian, pembelajaran sejarah umumnya hanya diajarkan dalam bentuk kronologi dan hafalan. Hal ini menimbulkan kejenuhan dan kebosanan di kalangan siswa. Tulisan ini mencoba membagi pengalaman penulis dalam mengembangkan dan menggunakan Mithologi (Media Kartu Hero Berbasis Logika & Game Edukasi) dalam pembelajaran sejarah. Pengembangan media ini dimaksudkan agar pembelajaran di kelas menjadi lebih hidup, menarik, dan menyenangkan. Melalui Mithologi, siswa juga dikenalkan dengan tokoh-tokoh sejarah nasional untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme. Mithologi (Media Kartu Hero Berbasis Logika & Game Edukasi) dikembangkan dalam bentuk seperangkat kartu tokoh pahlawan nasional yang didesain dengan tampilan menarik. Model pengembangan media dalam penulisan ini mengacu pada model pengembangan 4-D yang terdiri dari tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Ujicoba dilakukan terhadap 35 siswa kelas X IPA 5 di MAN 1 Lamongan. Hal ini dilakukan untuk menguji kelayakan dan efektivitas media yang dikembangkan.
Kata kunci: Pembelajaran, sejarah, Mithologi, Nasionalisme

Referensi

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan dan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Arsyad, Azhar. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta. Raja Grafindo Persada.

Asep, Jihad dkk. 2013. Evaluasi Pembelajaran.Yogyakarta: Multi Pressindo.

Darsono, dkk. 2002. Belajar dan pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang Perss.

Djamarah, Syaiful Bahri, dan Aswan Zain. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Gunawan, Restu. 1998. SIMPOSIUM SEJARAH (Kumpulan Makalah Diskusi). Jakarta: Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Ibrahim, Muslimin. 2001. Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran menurut Jerold E Kemp & Thiagarajan. Surabaya: FMIPA-UNESA.

Meier, Dave. 2006. The Accelerated Learning handbook. Panduan Kreatif Efektif Merancang Program Pendidikan dan Pelatihan (Terjemahan oleh Rahmani Astuti). Bandung: Kaifa.

Riduwan. 2012. Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Rudi Susilana dan Cepi Riyana. 2008. Media Pembelajaran. Bandung: Wacana Prima.

Sadiman, Arif dkk. 2012. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Santyasa, I Wayan. 2009. Metode Penelitian Pengembangan dan Teori Pengembangan Modul. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha.

Sapriya. 2011. Pendidikan IPS. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.

Sumarno, Alim. 2012. Penelitian Kausalitas Komparatif. Surabaya: Elearning Unesa

Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

PDF Page:  1167-1177

Terbit: Desember 2022